Alur Kerja & Persetujuan
Temukan di: Manajemen → Alur Kerja (grup Admin); setujui dari Persetujuan Tertunda. Aturan routing menetapkan tiket ke alur kerja yang tepat.
Pernah dengar kalimat seperti ini?
- "Siapa yang menyetujui perbaikan kritis ini sebelum kita keluarkan uang?"
- "Setiap tim menangani eskalasi berbeda — tidak ada standar."
- "Kami ingin tiket kritis merutekan diri sendiri, bukan menunggu seseorang menyadari."
Aturan ad-hoc gagal saat skala. Alur kerja yang terdefinisi membuat jalurnya dapat diprediksi.
Masalahnya
Logika persetujuan dan eskalasi hidup di kepala orang, utas chat, atau catatan tempel. Pekerjaan kritis macet karena tidak ada yang tahu persetujuan siapa yang dibutuhkan. Pegawai baru tidak punya peta. Audit tidak bisa merekonstruksi siapa memutuskan apa dan kapan.
Apa yang Dilakukan Alur Kerja OpexMX
Memodelkan siklus hidup tiket pemeliharaan sebagai state machine visual — node dan edge — sehingga setiap tiket mengikuti jalur terdefinisi dengan persetujuan yang tepat, secara otomatis.
Blok Penyusun
- Node:
screen,approval,condition,action(plusstart,end,timer,gateway) - Edge dengan kondisi: bercabang berdasarkan field tiket memakai
=,≠,>,<,in,contains— jalur true/false dipilih otomatis - Versi: snapshot, publikasi, kloning, dan validasi definisi; kembalikan saat perlu
Persetujuan yang Benar
- Target pemberi persetujuan berdasarkan pengguna, peran, atau broadcast ke grup
- Kontrol ganda: peminta persetujuan tidak bisa menyetujui permintaannya sendiri
- Approve/reject menjalankan side-effect terkonfigurasi (hari ini: notify dan assign), lalu mengikuti cabang
approvedataurejected - Optimistic concurrency mencegah dua pemberi persetujuan memutuskan bersamaan
Aturan Routing
Aturan berurutan berdasarkan prioritas mencocokkan tiket berdasarkan jenis, subjenis, prioritas, aset, atau situs — dan otomatis menetapkan alur kerja yang tepat. Tidak ada triase manual untuk kasus umum.
Persetujuan Tertunda
Satu antrean menampilkan semua yang menunggu keputusan Anda (ditugaskan ke Anda, peran Anda, atau broadcast), terhubung ke tiket agar Anda bertindak dalam konteks.
AI Workflow Builder
Uraikan proses dalam bahasa natural (opsional lampirkan diagram) dan dapatkan draf alur kerja — node, edge, dan auto-layout — untuk ditinjau dan dipublikasikan.
Cara Kerjanya
- Rancang alur kerja di kanvas (atau minta draf pertama ke AI builder).
- Publikasikan sebuah versi.
- Aturan routing menetapkan tiket masuk ke alur kerja yang tepat.
- Tiket maju node demi node — layar diisi, kondisi dievaluasi, persetujuan diminta.
- Pemberi persetujuan bertindak dari Persetujuan Tertunda; tiket mengikuti cabang approved/rejected.
- Setiap pergerakan dicatat sebagai transaksi yang dapat diaudit.
Siapa yang Menggunakan Ini?
| Peran | Yang Mereka Pedulikan |
|---|---|
| Manajer Pemeliharaan | Jalur eskalasi standar dan dapat diaudit |
| Pemberi Persetujuan | Satu antrean, konteks jelas, tanpa self-approval |
| Perencana | Auto-routing yang menghilangkan triase manual |
| Auditor | Jejak transaksi untuk setiap keputusan |
Tips Pro
- Mulai dari satu alur berisiko tinggi (mis. persetujuan tiket kritis) sebelum memodelkan semuanya.
- Pakai aturan routing untuk kasus 80%; biarkan manusia menangani kasus tepi.
- Jaga kondisi pada field tiket yang stabil agar alur tidak rusak saat prioritas berubah.
- Publikasikan versi baru alih-alih menyunting yang aktif — dapat diaudit dan dapat dikembalikan.
Integrasi
- Tiket: entitas alur kerja — setiap transisi adalah status tiket
- Notifikasi: persetujuan dikirim ke sistem notifikasi dengan deep link
- Persetujuan: antrean Persetujuan Tertunda khusus dan riwayat audit